"Orang yang kita sayangi, adalah orang yang asing untuk kita..." adalah kalimat yang menjadi bahan pikiran saya akhir-akhir ini. Kalimat itu saya kutip dari sebuah novel yang cukup sering saya baca. Tema novelnya bukan percintaan, tapi justru dari novel itulah- dan dari kalimat yang saya kutip tersebut- saya banyak mikirin beberapa hal mengenai hati, perasaan dan logika.
Kalau menurut konsep kasar saya, orang yang saling menyayangi itu saling memahami, saling mengerti, jaga ego masing-masing supaya gak nyakitin satu sama lain. Perselisihan pastinya ada, tapi selalu selesai dengan kata maaf dan akhirnya ya kembali ke hubungan yang awal. Saling menyayangi berarti berusaha untuk saling ngingetin dan saling jaga satu sama lain.
Tapi akhir-akhir ini saya menerima sebuah kenyataan yang yaaah.... cukup gak enak buat hati. Justru orang yang saya sayangi itu sekarang semacam orang asing yang ada didalam kehidupan pribadi saya. Dulu bisa dibilang saya mengenal dia dengan cukup baik, tau apa yang dia pikirkan, cukup peka mengenai apa yang dia rasakan, dan juga sebaliknya. Ada moment ketika aku tersenyum seperti biasanya tapi dia tau yang sebenernya apa yang aku rasakan. "Kamu kenapa sedih?" itu yang dia ucapkan, memutus joke ringanku didalam mobil.
Itu cuma satu contoh moment dari sekian banyak moment yang terjadi, tapi yaaah gak tau kenapa, sekarang dia jadi sesosok asing bagi diriku. Dia yang sekarang, yang paling mudah buat nyakitin hati ini, dia yang sekarang yang paling mudah untuk meruntuhkan kepercayaan ku sama orang, dan dia yang sekarang, yang ngajarin aku untuk sayang sama orang berarti harus bertindak menggunakan logika, bukan hanya perasaan.
Sakit yang dia kasi itu cukup mengagetkan, gak nyangka aja aku.. Orang yang deket sama aku, kenal baik tentang aku, yah akhirnya jadi saling nyakitin gini, kayak selama ini kita gak pernah memahami satu sama lain.
Kalian yang masih suka baca blog ku, dan cukup menikmati curhatan ku... Aku gak tau kalian ngerti apa yang aku maksud ini, dan aku gak ada maksud supaya kalian ngerti. Tapi buat kamu yang pastinya stok kepeduliannya buat aku udah nihil, baca postan ini, pahami, dan berubah lah. Berubahlah, tapi bukan untuk aku, buat diri kamu sendiri .. kayak omonganmu dulu "kita saling ngejalanin bersama-sama, dalam waktu yang gak bentar, saling jaga satu sama lain ya, ngingetin satu sama lain".. Dan ini, aku menuhin janjiku, aku berusaha menuhin janjiku, walaupun yah dengan cara yang lain pastinya haha :)